Kamis, 16 Oktober 2008

PRESS RELEASE

Himbauan kepada para Gubernur di Seluruh Indonesia dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1429 H, Hari Natal 2008, dan Tahun Baru 2009

Sebagai salah satu upaya menjaga citra positif Pariwisata di tengah-tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang terutama yang terkait dengan peningkatan keamanan dan kenyamanan berwisata, diperlukan antisipasi yang cepat dan terintegrasi berbagai unsur terkait di tingkat Pusat maupun daerah.

Sehubungan dengan datangnya Bulan Suci Ramadhan dan menghadapi Hari Besar Idul Fitri 1429 H/ 2008 M serta Hari Natal Tahun 2008 dan Tahun Baru 2009, kami mengharapkan bantuan Saudara untuk turut menciptakan keamanan, kenyamanan dan ketertiban di seluruh pusat-pusat aktivitas pariwisata di masing-masing daerah, dalam bentuk kegiatan:

1. pemeriksaan kelayakan sarana dan prasarana wisata seperti akses jalan menuju obyek wisata menuju obyek wisata, angkutan, akomodasi, dan restoran, serta fasilitas rekreasi;
2. peningkatan pelayanan keamanan di lokasi obyek wisata;
3. penertiban pedagang-pedagang di lokasi obyek wisata;
4. peningkatan kebersihan, terutama toilet dan tempat sampah;
5. perbaikan rambu-rambu keamanan dan keselamatan.

Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerja sama Saudara diucapkan terima kasih.


Direktur Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata
TTD
Firmansyah Rahim

CRISIS CENTER dalam rangka menyambut Idul Fitri 1429 H
Email: crisiscenterbudpar@yahoo.com
Call Center (SMS): (+62) 812 137 09574
Fax: (+62 21) 3860926

PRESS RELEASE II

Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia


Januari-Agustus 2008 Jumlah Kunjungan Wisman Mencapai 4,07 Juta, Tumbuh 12,73%

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, secara kumulatif jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Januari hingga Agustus 2008 mencapai 4,07 juta atau tumbuh 12,73% dibanding periode yang sama (Januari-Agustus) 2007 sebesar 3,61 juta.

Sementara bulan Agustus 2008 jumlah kunjungan wisman mencapai 599.506 atau tumbuh sebesar 5,67% dibanding bulan Juli 2008 sebesar 567.364 wisman.

"Pada bulan Agustus 2008, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mengalami kenaikan sebesar 5,67% dibanding Juli 2008, yaitu dari 567.364 menjadi 599.506 orang," kata Deputi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bidang Statistik Distribusi dan Produksi, Ali Rosidi, di Jakarta, Senin (6/10).

Dikatakan, peningkatan jumlah kunjungan wisman pada bulan Agustus 2008 itu terutama pada pintu masuk utama seperti Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Minangkabau dan Bandara Ngurah Rai. Kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai pada Juli 2008 sebesar 190,7 ribu, pada Agustus 2008 naik menjadi menjadi 195,8 ribu atau tumbuh 2,67%. (Pusformas)

ADVETORIAL II

Pentingnya Batere Untuk Notebook (dan iPod) Anda!

(Advetorial :P)


Hare gene pasti semua orang pake (paling ga sering dapet pinjeman) laptop. Satu dari hal paling sederhana paling mengganggu dari sebuah laptop adalah ketika sedang asyik-asyik mau surfing di internet cafe, eh baterenya soak. Giliran mau cari colokan listrik, sudah ditungguin orang lain yang sedang dengan antengnya juga nge-wifi. Wakakaka.. mau rebutan? Ga lucu lah yauw. Hehehe…

Batere emang suatu perangkat yang sering suka luput dari perhatian kita. Perlu perlu ga perlu. Giliran perlu suka makan ati. Giliran pede ada colokan listrik ya rasanya ga perlu. Masalah yang paling krusial sebenarnya adalah bukan batere itu sendiri. Tapi harganya pek. Ga murah! :D Makanya giliran mau spending ya rasanya perlu ga perlu. Selama ini pun pedagang ga mau stok batere ya karena untungnya hampir ga adaan tapi modalnya gede. Melihat banyak kasus seperti ini, dan ngalamin sendiri dengan laptop-laptop tua saya (IBM ThinkPad X21) yang baterenya dah ga mau ngecharge lebih dari 15 menit, maka saya iseng-iseng kontak manufacturer. Saya ajak kerjasama bagaimana batere bisa lebih terjangkau. Hmm gayung bersambut. Kita bisa bikin promo price dengan harga yang saya tawarkan, break ceiling 1 juta rupiah (harga yang relatif terjangkau di Indonesia) tapi dengan kapasitas yang jauh lebih besar (high capacity). Dengan syarat… order minimum 500 unit!! Wakakakaa.. pusing deh kepala :)) Karena itu saya mau share kembalikan ke rekan-rekan milis Apple, IBM, iPod ya kalo situ emang butuh kenapa kita ga kerjasama wakakaka.. mau murah ya itu tadi, berani order minimal 500 unit ga? :P Bandingin dengan harga order satuan ke Apple (ya karena saya taunya Apple :P) kena 135 dollar :D Mau jual berapa coba :D

So here I am launching my new Macnoto’s Battery business. A quality battery for your PowerBook, iBook, ThinkPad, and iPod at the price you can afford :D … Orderan pertama saya sudah berjalan, semoga bisa panjang (ga merugi), dan our special introductory price is US 99.9 dollar!! Ayo siapa yang butuh battery?? Sayang anak-sayang anak :D wakakakakaka….


http://adinoto.org posted at 11:40 am

ADVETORIAL

Advetorial PERSIS
Dalam dunia yang sudah semakin meng-global ini dimana batasan-batasan negara sudah semakin kabur, maka alternatif komunikasi bukan lagi terletak pada sistem komunikasi jarak jauh berbasiskan telepon (PSTN). Hal ini disebabkan karena telepon masih memiliki batasan-batasan jarak dalam biaya per satuan waktunya, artinya biaya yang dibutuhkan untuk berkomunikasi dengan seseorang yang sekota akan berbeda dengan biaya yang dibutuhkan untuk berkomunikasi dengan seseorang berlainan kota, apalagi bila berlainan negara. Alternatif komunikasi saat ini yang dapat mengatasi batasan-batasan itu yang termurah adalah dengan penggunaan jaringan komputer internasional yang disebut internet seperti yang sekarang rasakan saat ini .

Saat ini Internet sebagai salah satu wujud dari teknologi informasi bukan hanya sekedar jaringan komputer biasa tetapi juga sudah membentuk komunitas tersendiri yang sangat potensial yang sama sekali tidak membatasi ruang, oleh karena itu kami mengajak anda untuk memanfaatkan juga fasilitas tersebut melalui komunitas tersebut yang ada pada kami. Adapun bentuknya berupa pemasangan banner + halaman informasi mengenai perusahaan anda .

Ketentuan-Ketentuannya sebagai berikut :

Halaman

Pemasangan banner akan dimuat pada halaman http://persis.or.id/home.php , untuk halaman lain akan kami pertimbangkan .

Harga

Halaman

Letak

Ukuran (pixel)

Harga/bulan (Rupiah)

http://persis.or.id/home.php atas 468 x 70 2.000.000,-
http://persis.or.id/home.php samping kanan atas 120 x 70 700.000.-
http://persis.or.id/home.php samping kiri bawah 120 x 70 650.000,-

Harga untuk halaman lain bila anda memintanya akan kami konfirmasikan lebih lanjut.

Desain dan Web Iklan

Harga diatas sudah termasuk ppn 10 % + desain + 1 halaman mengenai produk yang anda iklankan, jadi dengan iklan tersebut anda sudah punya satu halaman khusus untuk produk anda .Materi web untuk untuk banner dengan ukuran pixel 468 x 70 maksimal ukuran 2 halaman A4 dan sudah ditambah satu program khusus untuk form pemesanan, sedangkan materi web untuk banner dengan ukuran pixel 120 x 70 maksimal ukuran 1 halaman A4 dan belum termasuk form pemesanan , bila anda ingin menggunakan form pemesanan maka akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp.100.000,- / bulan.
Bila anda tidak menginkan web iklan maka harga diatas kami potong sebesar 20 %.

Ketentuan untuk desain dan web iklan yaitu :

  • Untuk desain dan web iklan ini merupakan satu paket dari pemasangan banner
  • Materi desain dan web iklan dari pihak sponsor.
  • Materi desain dan web tidak melanggar agama dan nilai-nilai yang berlaku di Indonesia

EDITORIAL II

Kedermawanan Berbuah Tragedi di Pasuruan


APA yang bisa dikatakan tentang 21 warga Pasuruan, Jawa Timur, yang tewas terinjak-injak karena berebut zakat dari seorang pengusaha? Dengan gampang kita bisa menyebut kematian 21 warga yang semuanya perempuan itu adalah tragedi orang miskin.

Inilah tragedi kemiskinan dalam arti sesungguhnya. Kemiskinan adalah pertarungan yang tidak mengenal kata terlambat. Terlambat berarti mati. Kemiskinan telah membunuh akal sehat. Padahal yang mereka perebutkan adalah uang sedekah yang jumlahnya tidak lebih dari Rp30 ribu per orang.

Lalu, bagaimana dengan pemberi zakat? Tentu terkandung maksud mulia ketika seorang pengusaha bernama Haji Syaikon yang di Pasuruan itu mau, bahkan sudah menjadi kebiasaan tiap tahun, berbagi rezeki dengan kaum duafa setiap tanggal 15 di bulan Ramadan.

Tetapi, seperti kerap terjadi, tidak semua niat baik berbuah baik. Banyak niat baik berujung malapetaka. Tragedi di Pasuruan adalah contohnya.

Banyak yang menyesalkan cara Syaikon membagi zakat kepada warga yang memadati jalan sempit menuju rumahnya. Mengapa harus memberi sendiri kepada ribuan orang yang berjejal tidak sabar? Mengapa tidak berkoordinasi dengan polisi dan pemerintah daerah setempat?

Bagi ribuan warga miskin yang datang ke rumah Syaikon, ekspose tidak mereka butuhkan. Yang mereka pentingkan adalah memperoleh uang belas kasihan dari seorang dermawan.

Syaikon mungkin tidak memerlukan ekspose apa-apa dari kebiasaannya membagi rezeki setiap bulan Ramadan kepada kaum duafa. Tetapi membiarkan atau menyebabkan ribuan orang berbondong-bondong menunggu di depan rumahnya untuk menerima zakat dari tangannya sendiri adalah kebiasaan yang riskan. Riskan karena mengganggu ketertiban dan kenyamanan di sekitar. Riskan malapetaka karena warga saling berebut untuk memperoleh kesempatan pertama.

Memberi karena keyakinan iman adalah perbuatan mulia. Menerima dengan hati penuh syukur adalah ekspresi iman juga.

Tetapi, tatkala memberi kepada ribuan orang miskin yang antre di depan rumah, kearifan yang diajarkan iman terancam. Yang berlaku dalam peristiwa seperti ini adalah pertarungan. Ketika ribuan orang harus menerima, mereka tidak lagi berlaku sebagai penerima, tetapi perampas. Bahkan pemberi pun terancam nyawanya.

Lihat saja bagaimana bantuan langsung tunai (BLT) yang diberikan kepada rakyat miskin tidak dalam rangka ekspresi iman, tetapi kewajiban negara terhadap warga yang menderita. Dengan pengamanan yang ekstra ketat dan pembagian yang tertata pun masih menimbulkan korban karena rakyat tidak sabar.

Di beberapa kota, masih saja ada kaum dermawan yang menempuh cara pembagian zakat di depan rumahnya sendiri. Seperti diketahui, selalu saja ada ekses dari cara seperti ini.

Karena itu cara paling aman adalah menyerahkan penyaluran zakat kepada institusi yang khusus menanganinya. Serahkan kepada pengurus masjid atau lembaga yang terbiasa menangani sehingga tidak jatuh korban jiwa.

Sangat terasa bahwa membangun rasa kepatutan begitu sulitnya dalam masyarakat kita. Yang berkecukupan banyak yang lupa diri, yang miskin juga lupa diri bahkan tidak tahu diri.

Pemberian tidak diterima dengan tulus dan hormat, tetapi dirampas. Kemiskinan itu menyakitkan, tetapi sekaligus bengis.

Media Indonesia, Selasa, 16 September 2008 00:01 WIB

EDITORIAL


Wakil Presiden Jusuf Kalla mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengambil alih penanganan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dari Kejaksaan Agung. Alasannya, hanya dengan cara-cara luar biasa; kasus BLBI bisa diungkap, misalnya melalui penggeledahan, penyadapan, dan memonitor secara intensif kasus korupsi.

Pernyataan Wapres di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (19/9), itu tentu saja pukulan khususnya bagi institusi Kejaksaan Agung. Institusi ini terbiasa menggunakan cara-cara konvensional untuk mengungkap kasus BLBI.

Sejatinya, KPK memang memiliki kewenangan mengambil alih kasus BLBI, seperti diamanatkan pada UU No 30/2002 tentang KPK. Pada awalnya KPK ‘malu-malu’ dan tak bersedia mengambil kasus BLBI, alasannya kasus itu terjadi sebelum UU KPK terbentuk dan tidak berlaku surut.

Namun, dengan perkembangan yang terjadi dalam pemberantasan korupsi, KPK selayaknya proaktif mengambil alih kasus dana Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI) dan BLBI yang pernah ditangani Kejaksaan Agung. Apalagi, penanganan terhadap kasus dana sebesar Rp 144,5 triliun itu kerap mentok di tengah jalan.

Kita pun terenyak tatkala sang Ketua Tim Penyelidik Kejaksaan Agung untuk Kasus BLBI, Jaksa Urip Tri Gunawan, terbukti menerima uang sebesar Rp 6 miliar yang diduga sebagai suap.

Ironisnya, Urip ditangkap KPK dua hari setelah kejaksaan mengumumkan dihentikannya kasus BLBI dengan tersangka Syamsul Nursalim. Ini artinya ada yang tidak beres di Kejaksaan Agung.

Kemudian masyarakat pun menyaksikan di pengadilan, bagaimana perilaku pejabat eselon satu dan eselon dua Kejaksaan Agung yang ternyata memiliki hubungan spesial dengan Artalyta Suryani yang menyerahkan suap kepada Jaksa Urip.

Kasus ini diduga kuat terkait dengan penghentian penyelidikan dugaan korupsi BLBI pada BCA dan BDNI dengan tersangka Syamsul Nursalim. Untuk itu, KPK perlu segera mengambil alih kasus ini sebelum kejaksaan mereduksi kasus suap dengan berbagai bualan yang menyebalkan. Ya, bualan yang menyebalkan, seperti alasan untuk bisnis bengkel, untuk bisnis permata, entah bualan apalagi yang hendak dibuat ‘Pak Guru Urip’ dan ‘Bu Guru Ayin’.

Kasus ini bukan semata pelanggaran pidana, tetapi juga pelanggaran hak asasi manusia di bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial. Bukankah dana ratusan triliun yang macet itu bisa digunakan untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat?

Kejaksaan tidak perlu ngotot mempertahankan kasus ini berada di bawah kendalinya. Apa tuan dan puan jaksa tidak tahu kalau tingkat kepercayaan rakyat terhadap korps kejaksaan sudah jauh menurun? Kredibilitas dan integritas jaksa sudah di titik nadir. Karena itu, Jaksa Agung, Hendarman Supandji, harus besar hati menyerahkan kasus ini kepada KPK. Dan, tak ada alasan lagi, kasus BLBI harus dibuka kembali.

Korupsi adalah kejahatan luar biasa, jadi harus ditangani oleh institusi yang luar biasa pula. Negara harus melakukan upaya maksimal untuk mengungkap kasus BLBI. KPK tak perlu cemas atau ragu-ragu mengambil alih kasus ini.

Pernyataan Wapres Jusuf Kalla merupakan lampu hijau bagi KPK untuk segera mengambil alih kasus BLBI. Pernyataan itu juga sekaligus lampu merah untuk Kejaksaan Agung. Jadi, sudahlah, Kejaksaan Agung….

(-)

Republika, 2008-09-20 10:03:00